Jago Lagu
Jago Lagu
  • Senin, 26 Jul 2021
  •  

Harus Tahu Situasi Sempat Memanas, Eksekusi Rumah Perkara Perdata di Desa Gesikan Pakel Batal Dilaksanakan

Harus Tahu Situasi Sempat Memanas, Eksekusi Rumah Perkara Perdata di Desa Gesikan Pakel Batal Dilaksanakan

Harus Tahu Situasi Sempat Memanas, Eksekusi Rumah Perkara Perdata di Desa Gesikan Pakel Batal Dilaksanakan (Jatimtimes)

KabarTulungagung.my.id - Rencana eksekusi pada objek perkara Perdata di desa Gesikan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung yang dilaksanakan Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung urung dilaksanakan. Pasalnya, penghuni yang juga owner sekaligus tergugat kasus, Jihamam dan kuasa hukumnya menilI jika rencana eksekusi itu cacat hukum dan tidak memenuhi rasa keadilan.

"Belum hingga rasa keadilan, kami masih proses Kasasi. Klien kami ini membeli dengan baik-baik dan sah," kata M Ihsan Muhlason, kuasa hukum Jihamam setelah dibacakan panitera PN Tulungagung di kantor desa Gesikan, Senin (14/06/2021).

Situasi Sempat Memanas, Eksekusi Rumah Perkara Perdata di Desa Gesikan Pakel Batal Dilaksanakan


Satu Korban Terjerat Kabel Wifi Akhirnya Meninggal di Rumah Sakit

Selain itu, Jihamam disebut Mukhlas tidak mempunyai tanggungan, baik hutang atau masalah dengan penggugat. Sedangkan isi putusan sendiri disebut Mukhlas tidak ada bunyi pengosongan objek atau rumah.


"Saudara Jihamam dalam jual beli ini tidak punya hutang. Selain itu, berita acaranya pengosongan bukan ekseskusi, kami keberatan adanya eksekusi ini," ujarnya diamini Jihamam.

Menanggapi hal itu, pengacara pihak penggugat Sugihartono yakni Nanianto di depan Panitera menjawab pernyataan pihak tergugat.

"Pelaksanaan putusan yang telah dibacakan ini telah memperoleh keputusan hukum tetap atau incracth. Kami dapat memahami keberatan, monggo dan kami ingin mengggaris bahawi itu bukan putusan verstek," bantah Nanianto.


Ia juga membantah, masalah ini terlepas dari kasus hutang piutang yang terjadi antara kliennya dengan tergugat yang lain.


"Yang jelas, kami tetap minta yang tercantum harus dilaksanakan. Ini bukan lelang lewat KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) tapi satu paket lewat pengadilan. Jadi, harus di kosongkan dulu," pinta Nanianto.


Mendapat pernyataan kedua belah pihak, panitera Pengadilan Negeri Tulungagung langsung datang ke rumah yang tepat berada di utara kantor desa Gesikan itu.

Gara-Gara Kabel Wifi "Nglawer", Dua Pengendara Scoopy di Tulungagung Jatuh dan Luka Serius


Namun, saat beberapa pekerja hendak mengangkat barang berupa kursi di rumah itu, seorang yang mengaku saudara dari keluarga Jihamam mendadak berteriak.

"Rumah ini ada sertifikatnya, kalian mau mengambil barang dari sini atas izin dan perintah siapa. Jangan justru kalian merampok rumah yang ada sertifikatnya ini," kata Karwito, dihadapan petugas pengamanan.


Selain itu, Karwito meminta perlindungan petugas Polsek dan Koramil Pakel yang juga datang ke lokasi.


Situasi sempat tegang, setelah Kapolsek Pakel AKP Randy Irawan menenangkan situasi, penitera PN dan kedua belah pihak langsung berdialog dengan kedua belah pihak.

Alhasil, putusan pengosongan atau ekseskusi obyek yang sedianya dilakukan diputuskan untuk ditunda.


(JTN)

Total dibaca: 66x | Berikan Komentar!

Hosting Unlimited Indonesia


Oleh: Meira Permata Sari
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
Topik Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA MENARIK

Parah! Istimewa, Satu Desa di Tulungagung Ini Gratiskan PBB Bagi Warganya