Jago Lagu
  • Sabtu, 04 Dec 2021
  •  

Tahukah Kamu? Jalan Tambang di Lumajang Ditutup Warga Yang Mengaku Sebagai Pemilik Tanah

Tahukah Kamu? Jalan Tambang di Lumajang Ditutup Warga Yang Mengaku Sebagai Pemilik Tanah

Tahukah Kamu? Jalan Tambang di Lumajang Ditutup Warga Yang Mengaku Sebagai Pemilik Tanah (Jatimtimes)

KabarTulungagung.my.id - Ruas jalan tambang di desa Bades Kecamatan Pasirian, pada hari ini, Minggu (17/10) ditutup pakasa oleh Arsyad Subhekti, bersama sejumlah warga lainnya.

Penutupan ini dilakukan, karena pada lahan tersebut diklaim sebagai tanah milik pribadi oleh Arsyad Subhekti. Sementara selama ini pihak Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) sebagai pengelola jalan tambang tersebut tidak pernah menjalani koordinasi dengan dirinya sebagai owner lahan tersebut.

Jalan Tambang di Lumajang Ditutup Warga Yang Mengaku Sebagai Pemilik Tanah


Curi Motor Milik Pencari Rumput, Warga Tempeh Kidul Digelandang Polisi

Tak hanya menjalani penutupan jalan, Arsyad bersama sejumlah warga menanam 100 bibit pohon sengon di jalan tersebut.


"Kalau mau buat jalan tambang silahkan saja, asal jangan ditanah saya. Tanah ini sebenarnaya sedang kita ajukan ijinnya untuk ditambang, tahu-tahu sudah digunakan untuk jalan tambang tanpa adanya koordinasi dengan saya," kata Arsyad Subhekti.

Arsyad mengetahui tanahnya digunakan untuk jalan tambang sekitar enam bulan yang lalu, karena di tanahnya berdiri portal untuk menarik pungutan jalan tambang.

"Saya tanya kepada petugas portal katanya dia hanya menjalankan tugas saja. Saya tanya siapa yang menugaskan, katanya ditugaskan oleh APRI," jelas Arsyad.


Arsyad mengaku sudah  memberikan somasi kepada APRI akan tetapi tidak ada jawaban, sehingga pada hari ini diputuskan ditutup secara sepihak oleh Arsyad Subhekti.



Safari Sampah di Kota Batu, Ratusan Warga Gunakan Pakaian Adat Jawa Sambil Memikul Keranjang

Dalam aksi penutupan jalan tambang ini, Arsyad didampingi sejumlah pengacara untuk mendampingi persoalan ini jika kemudian berlanjut ke kasus hukum.

"Kita bersama lima orang pengacara menerima amanah dari Saudara Arsyah Subhekti, pada intinya kita minta semua kendaraan baik truk juga mobil pribadi tidak boleh lewat disini. Kita tidak tahu ini jalan tambang atau jalan pintas, atau apapun namanya, yang jelas ini tanah pribadi dan tidak boleh digunakan untuk jalan," kata Dwi Wismo Wardhono, salah seorang pengacara yang mendampingi Arsyad Subhekti.


Hingga berita ini kami turunkan, belum diperoleh konfirmasi dari APRI, terkait sikap APRI dengan kejadian ini.

(JTN)

Total dibaca: 54x | Berikan Komentar!

Hosting Unlimited Indonesia


Oleh: Susi Azizah
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
Topik Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA MENARIK

Tahukah Kamu? Lembaga Adat Sindung Warih di Tulungagung ini Jaga Tradisi Membuat Kembar Mayang untuk Generasi