Jago Lagu
Jago Lagu
  • Selasa, 28 Jun 2022
  •  

Cari Tahu, Hukum Merindukan Orang yang Bukan Mahram dalam Islam, Boleh atau Dilarang?

Cari Tahu, Hukum Merindukan Orang yang Bukan Mahram dalam Islam, Boleh atau Dilarang?

Cari Tahu, Hukum Merindukan Orang yang Bukan Mahram dalam Islam, Boleh atau Dilarang? (Jatimtimes)

KabarTulungagung.my.id - Perasaan cinta merupakan fitrah manusia. Dari cinta itulah, kemudian muncul atau membuahkan rasa rindu kepada orang yang dicintainya. Akan tetapi, bicara rindu, apakah Islam memperbolehkan kerinduan terhadap orang yang belum halal?, Bagaimana sebaiknya mengelola rasa rindu, dan apakah ada cara mengobati rindu terhadap orang yang belum halal?.

Rindu dalam Islam merupakan bagian dari perasaan yang tergolong fitrah. Hal ini tentunya bukan termasuk salah satu golongan yang dilarang. Namun agar tidak melampaui batas wajar kerinduan terhadap seseorang yang belum halal, maka hal utama yang dilakukan adalah mendalami ilmu agama.

Hukum Merindukan Orang yang Bukan Mahram dalam Islam, Boleh atau Dilarang?


Bukan Kaleng-Kaleng, Tulungagung Kini Punya UIN Satu

Rindu merupakan wujud rasa yang ada di dalam hati dan bukan yang dibuat-buat. Hal ini termasuk pelajaran yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya. Sehingga tidak ada yang salah dari namanya rindu yang merupakan buah dari cinta.


Ibnu Hajar berkata dalam kitab Tuhfatul Hama," Tidaklah cinta itu dilarang dan dosa di mata manusi dan hukum. Karena Hati dalam kekuasaan Allah Azza wajala'.

Sebagaimana hati itu atas kekuasaan Allah, tentunya manusia tak dapat berbuat ketika Allah telah menetapkan takdir. Seseorang yang tidak punya rasa cinta bahkan disebut jiwanya cacat. Adapun jika cinta diiringi dengan syahwat lawan jenis, maka perlu diimbangi dengan syariat.

Jika mampu menyatukan syahwat dan syariat, maka itu adalah puncak keindahan. Sebaliknya syahwat dengan cinta tanpa syariat, justru akan membuat mereka sengsara nantinya, karena hanya kesenangan sesaat.


Rindu dapat tercipta kepada siapa saja. Misalnya, sesuai rindu terhadap orang tua, keluarga juga sahabat. Selain itu, memang tak dapat dipungkiri, jika rindu terhadap orang yang dikasihi pasti pernah dialami setiap manusia, hingga kemudian memutuskan untuk melebihkan sebauh rasa menjadi rasa mencintai hingga kemudian munculah rasa rindu.


Rindu kepada mereka yang belum halal dapat disiasati. Apabila rindu kepada seorang yang bukan mahram dan mampu menjaga syahwatnya tanpa ada hal yang menyimpang, maka ketika ia meninggal, termasuk orang yang syahid. Hal itu lantaran karena termasuk orang yang memerangi hawa nafsu.


"Dan orang yang mati karena rindu, meski terhadap orang yang tidak boleh dia rindukan (bukan mahram), sesuai lelaki rindu pada perempuan,  dengan syarat iffah (menjaga diri dari maksiat) bahkan sampai menjaga diri dari pandangan sekiranya dia berduaan dengan orang yang dicintainya maka ia tidak melewati batasan syariat dengan menyembunyikan kerinduannya bahkan terhadap yang dirindukan sekalipun" (Al Bajuri dalam Ibn Qasim Al Ghazali).

Sementara itu, cinta merupakan rasa tak bukan termasuk dosa. Hal itu akan berdosa jika berbuat maksiat kemudian berlandaskan cinta. Rasa cinta sendiri memang merupakan salah satu hal yang tidak dapat disangkal. Orang yang mencinta, sewaktu-waktu akan rindu kepada orang yang dicintainya. Akan tetapi rasa rindu kepada orang yang dicintai dapat dipendam dengan beberapa cara, salah satunya dengan menjaga pandangan.


Jeritan Istri Kades, Diusir dan Kini Ditinggal Kawin Lagi

Pandangan yang berulang-ulang adalah pemantik besar yang menyalakan api biang kehancuran. Agar terhindar dari hal tersebut, tentunya menjaga pandangan terhadap mereka ayang bukan mahram adalah hal yang harus dilakukan. 

Dari Jarir bin Abdullah, "Aku bertanya kepada Rasulullah tentang pandangan yang cuma selintas atau yang tida disengaja. Kemudian Rasulullah memerintahkan agar aku  segera memalingkan pandanganku,".



Adapaun tiga faedah dari menundukkan pandangan telah disebutkan oleh Syaikul Islam Ibnu Taimiyah yakni, akan merasakan manis dan lezatnya iman baenag siapa meninggalkan sesuatu karena Allah. Dan Allah akan memberikan ganti dengan yang lebih baik.

Kedua, Allah akan memberikan cahaya pada hati dan akan memiliki firasat yang begitu cemerlang. Dan yang ketiga akan lebih menguatkan hati. 

Nah sahabat MalangTIMES yang beriman, itulah tadi Islam mengenai rindu, khsusunya rindu kepada orang yang bukan mahram. Ulasan yang dirangkum dari beberapa sumber, salah satunya adalah channel Islam Populer itu, kiranya dapat memberikan petikan atau pesan positif untuk membuat kita semua menjadi manusia yang lebih baik dan semakin beriman kepada Allah SWT. 


(JAT)

Total dibaca: 3154x | Berikan Komentar!

Hosting Unlimited Indonesia


Oleh: Ayuk Kamila
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Topik Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA MENARIK

Parah! Mengintip Trend Fashion Sweater Sobek Harga Puluhan Juta, Kok Bisa?