Jago Lagu

Tidak Disangka, Harga Minyak Goreng di Tulungagung Tetap Melambung

Tidak Disangka, Harga Minyak Goreng di Tulungagung Tetap Melambung

Tidak Disangka, Harga Minyak Goreng di Tulungagung Tetap Melambung (Radartulungagung)

KabarTulungagung.my.id - TULUNGAGUNG – Hampir dua pekan harga minyak goreng belum sesuai dengan aturan pemerintah. Alasan pedagang karena masih menghabiskan stok minyak goreng lama.

Salah satu pedagang minyak goreng di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Efi Khoiriah mengatakan, menjual minyak goreng Rp 19 ribu. Dengan informasi penurunan harga minyak menjadi Rp 14 ribu tetap menjual dengan harga lama. Karena tidak mau merugi dengan kebijakan baru dibuat pemerintah.

“Kita kan belinya masih mahal, jadi tidak mungkin dijual dengan harga lebih rendah dari pada saat membeli,” ungkapnya kemarin (30/1).


Dia mengatakan, meski harga minyak goreng yang dijual masih dengan harga lama, tetap saja terdapat pembeli minyaknya. Hampir dua pekan setelah ditetapkan, toko yang dijalankannya belum memperoleh stok minyak goreng subsidi ini.

“Karena sudah membeli harga lama, kini menghabiskan stok yang tersedia lebih dulu meski harganya Rp 19 ribu. Nanti kalau stok di toko sudah habis kemungkinan baru akan menjual minyak goring Rp 14 ribu itu,” tegasnya.

“Saya menjelaskan kepada pembeli, kalau mau beli minyak goreng Rp 14 ribu silahkan membeli ke retail modern, tidak memaksa,” jelanya.

Sebelumnya, dimulai Rabu (19/1) pemerintah telah ditetapkan harga minyak goreng menjadi Rp 14 ribu dimulai dari dari retail modern terlebih dahulu dan bertahap akan disetarakan untuk penjual lainnya, termasuk di pasar tradisional juga pedagang di masyarakat.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nur laeli mengatakan, dengan mekanisme pasar yang ada, harga minyak goreng khususnya di pasar tradisional kemungkinan akan setara dengan retail modern terlebih dahulu menetapkan harga minyak goreng Rp 14 ribu.

“Saya kira masyarakat tahu, sehingga tidak mau membeli minyak goreng dengan harga lebih dari itu, karena pemerintah pusat sudah menjalani sosialisasi dengan harga minyak goreng yang kini menurun,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Tulungagung, Noor Erliyani menyebut, kini ketersediaan minyak goreng di Tulungagung sebanyak 28 ton sedangkan kebutuhannya 25,5 ton. “Jumlah ketersediaan itu tersebar di tempat distributor besar atau toko-toko kecil. Bukan satu merk tapi keseluruhan termasuk minyak goreng curah,” katanya

Dia mengatakan, bagi warga masih dapat menikmati minyak goreng meskipun pada retail modern yang sudah menjual minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu dibatasi satu orang hanya dapat membeli maksimal dua liter saja.


“Mungkin ada minyak goreng beberapa merk tertentu mengalami kelangkaan karena distribusi dari pabrik, tapi untuk keseluruhan dapat dikatakan aman,” pungkasnya. (mg1/din)


Hits: 75x

Hosting Unlimited Indonesia


BERITA MENARIK

Tidak Disangka, Sinopsis Ikatan Cinta RCTI 7 Juni 2021, Andin Bahagia Tahu Reyna Anak Kandung, Al Ceritakan ke Mama Rosa