Jago Lagu

Update Terbaru, Liem Giok Bing, SatuSatunya Perajin Wayang Potehi di Tulungagung yang Masih Eksis

Update Terbaru, Liem Giok Bing, SatuSatunya Perajin Wayang Potehi di Tulungagung yang Masih Eksis

Update Terbaru, Liem Giok Bing, SatuSatunya Perajin Wayang Potehi di Tulungagung yang Masih Eksis (Radartulungagung)

KabarTulungagung.my.id - TULUNGAGUNG – Liem Giok Bing alias Kuwato, hampir 22 tahun menggeluti wayang potehi. Selain pernah sebagai dalang, warga Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung, itu hingga kini tetap membuat tokoh-tokoh dalam pertunjukan asal Negeri Tirai Bambu. Bahkan hasil karyanya telah tembus luar negeri.

Berawal dari rasa senang ketika melihat pertunjukan kesenian wayang potehi, membuat Kuwato alias Liem Giok Bing mencoba mengambil tempat untuk usaha melestarikannya. Sampai kini wayang potehi menjadi daya tarik bagi Kuwato.

“Dulu saya dalang wayang potehi, setelah mengerti setiap karekter yang ada dalam wayang itu selanjutnya mencoba membuat karakter wayangnya. Sampai sekarang selain membuat saya juga ikut memainkan wayang potehi ini akan tetapi bukan sebagai dalang,” kata pria 55 tahun itu.


Dalam sebuah pertunjukan wayang potehi biasanya menceritakan tentang sejarah dan legenda, kebanyakan yang diambil dari tokoh-tokoh Tiongkok. Karakter dalam wayang potehi sekitar hampir 1.000 karakter.

Bahan dari wayang potehi yang dibuat berasal dari kayu waru, kayu ini mudah didapat dengan harga tidak terlalu mahal akan tetapi ketika jadi memiliki kualitas baik dan tidak mudah rusak. “Proses pembuatan dimulai dari pemahatan kayu yang akan diukir dengan karakter masing-masing, selanjutnya dilakukan pengecatan atau dilukis agar warnanya sesuai dengan karakter yang dibuat sampai tahap finishing,” jelasnya.

Dia mengatakan, Imlek tahun ini memberikan berkah untuk usaha wayang potehinya, kini usahanya digeruduk banyak pesanan baik dalam juga dari luar Tulungagung. “Yang biasanya partai, satu sampai 10 wayang hari ini (kemarin, Red) dapat pesanan satu set, satu set terdiri dari 150 karakter wayang potehi yang berbeda. Kenaikan pesanan ini terjadi beberapa mulai beberapa bulan lalu dan puncaknya saat menjelang tahun baru Imlek kini,” ungkapnya sambil mengerjakan pesanan wayang potehi.

Dia mengaku, dalam proses pembuatan wayang potehi memiliki kesulitan tersendiri, karena karakter yang dibuatnya memiliki detail tersendiri. Pada proses pembuatan memerlukan ketelitian dan ketekunan setiap detail karakternya. Untuk membuat satu karakter wayang potehi, Kuwato memerlukan waktu sekitar satu minggu. Selama hampir 22 tahun menekuni kerajinan ini, karakter paling diminati yaitu karakter Sun Go Kong dan Kwan Kong.

Sebelum merebaknya media sosial (medsos) sekarang, kesulitan yang dihadapi adalah pada pemasaran, karena kekurangan akses keluar. Namun karena perkembangan zaman memudahkan pemasaran wayang potehinya keluar Tulungagung bahkan sampai ekspor keluar negeri.

“Kalau di Tulungagung pesanan sedikit, biasanya partai isi satu sampai 10 karakter, akan tetapi untuk luar kota biasanya banyak yaitu satu set berisi berpuluh-puluh bahkan ratusan wayang. Paling jauh mengirim wayang potehi karya saya sampai ke Jepang, Australia, dan Taiwan,” kata pria 55 tahun ini.

“Satu set karakter wayang potehi dapat untuk beberapa cerita yang dipertunjukan,” tambahnya.

Selain karakter wayang, pria tersebut juga membuat perlengkapan wayang potehi sesuai senjata masing-masing karakter dan juga baju dari karakter yang dibuatnya. Dengan ketalatenan dan pengalaman membuat wayang potehi berpuluh tahun Kuwato sangat menikmati pekerjaan yang dijalaninya saat ini.


Dulu sering mengadakan pertunjukan hanya di kelenteng-kelenteng, akan tetapi berkembangnya zaman sekarang pertunjukan wayang potehi dapat dilakukan di mal dan di tempat lainnya. “Sebelum ada pandemi di Tulungagung rutin mengadakan pertunjukan wayang potehi, akan tetapi karena pandemi pertunjukan wayang potehi menjadi sepi. Satu grup pemain wayang potehi biasanya enam orang berisi dua dalang dan empat asistennya” katanya.

Dia mengaku, kini hanya dirinya perajin wayang potehi dari Kabupaten Tulungagung, memang terdapat beberapa yang masih melestarikan wayang potehi sebagai pemain yang melestarikan akan tetapi tidak membuat wayang sesuai dirinya. Meskipun satu-satunya, Kuwato tetap bertahan demi melestarikan wayang potehi. “Siapapun yang ingin belajar membuat wayang potehi silahkan datang kepada saya, terbuka lebar untuk semua kalangan agar wayang potehi tetap lestari,” katanya.

“Harapannya, mudah mudahan wayang potehi yang sangat langka ini untuk kalangan anak muda dapat melanjutkan, sehingga terdapat regenerasi yang akan melestarikan wayang potehi ini di kemudian zaman,” pungkasnya. (*/din)


Hits: 67x

Hosting Unlimited Indonesia


BERITA MENARIK

Terbaru, Sinopsis Ikatan Cinta RCTI 1 Maret 2022, Andin Kembali Sakit Usai Hadapi Nino yang Ingin Rebut Hak Asuh Reyna