Jago Lagu
  • Sabtu, 25 Sep 2021
  •  

Update Terbaru, Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Banyuwangi Kecam Pemkab Banyuwangi, Pasca Penandatanganan Berita Kesepakatan Batas Daerah

Update Terbaru, Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Banyuwangi Kecam Pemkab Banyuwangi, Pasca Penandatanganan Berita Kesepakatan Batas Daerah

Update Terbaru, Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Banyuwangi Kecam Pemkab Banyuwangi, Pasca Penandatanganan Berita Kesepakatan Batas Daerah (Jatimtimes)

KabarTulungagung.my.id - Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Banyuwangi Aris Rahmatullah sangat menyayangkan penandatanganan berita acara garis batas daerah antara Kabupaten Banyuwangi - Bondowoso  oleh Bupati Banyuwangi. 

Karena tidak dilandasi dengan pertimbangan yang matang terlebih dahulu dan dilakukan secara tertutup sehingga terkesan ada yang disembunyikan.

 

Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Banyuwangi Kecam Pemkab Banyuwangi, Pasca Penandatanganan Berita Kesepakatan Batas Daerah


“Ditambah lagi dengan statemen Bupati Banyuwangi akan adanya pemaksaan dan penekanan saat penandatanganan berita acara tersebut, yang kemudian ditindaklanjuti dengan membuat surat penarikan tanda tangan yang dilakukan,” ujar Aris.

Berhasil atau gagal upaya yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi? tentu banyak pihak yang berharap-harap cemas. Yang jelas, Kemendagri akan meminta klarifikasi kepada para pihak yang hadir dan panitia. 


“Acara yang digelar di Ruang Rapat Sekdaprov Jatim bukan di ruang rapat Brawijaya sesuai yang tertera dalam surat undangan yang diterima oleh tim teknis Pemkab Banyuwangi terkait masalah tersebut,” tambah Aris.

Selanjutnya dia menuturkan berdasarkan surat tanggapan dari Pemprov Plh Sekda Provinsi Jatim Heru Tjahjono bahwa batas daerah tersebut telah disepakati bersama. Artinya tidak ada unsur pemaksaan juga penekanan di sana.

Menurut Aris, penandatanganan tersebut dapat berakibat fatal karena hal tersebut menyangkut kesejahteraan masyarakat Banyuwangi, khususnya penduduk di wilayah Gunung Ijen. Meskipun Bupati Ipuk langsung mengklarifikasi dan membuat surat penarikan tanda tangan, itu tidak serta merta menjamin pembatalan berita acara tersebut. 


Disinyalir ada indikasi jual beli ataupun kepentingan lain dibalik kejadian tersebut yang butuh penelusuran lebih jauh.


Mahasiswa Uniba Banyuwangi berharap adanya hak interpelasi yang digunakan oleh beberapa fraksi untuk menjadi solusi atas polemik yang terjadi saat ini. 


“Kami sebagai mahasiswa tidak akan tinggal diam sampai persoalan ini selesai, dan Ijen tetap menjadi milik Banyuwangi,” tandas Aris.

Lebih lanjut dia berharap agar Bupati Banyuwangi bertanggung jawab atas penandatanganan yang sudah dilakukan. “Dan jangan menambah masalah dengan mengeluarkan  statement penarikan tanda tangan dengan berbagai dalih yang  dilontarkan beberapa waktu lalu disinyalir dijadikan ungkapan untuk menghindari kecaman masyarakat,” imbuhnya.

 


Pada dasarnya perdebatan masalah  garis batas daerah antara Kabupaten Banyuwangi - Bondowoso sebenarnya sudah lama terjadi. 

Pada tahun 2007 persoalan tersebut sudah mulai digulirkan, karena potensi kekayaan alam dan potensi wisata yang sangat menggiurkan sehingga menjadi rebutan. 

Dengan di tandatanganinya berita acara kesepakatan kemarin, ada kemungkinan pengelolaan Gunung Ijen  menjadi wewenang Kabupaten Bondowoso..



Kasus tersebut sempat menghilang beberapa tanpa kejelasan. Dan pembahasan permasalahan batas daerah kembali dimulai secara maraton selama 3 hari yaitu tanggal 26 - 28 November 2018. Hasilnya, ada beberapa subsegmen batas yang disepakati sampai pada 16 Juli 2019.

Sampai pada akhirnya pada  3 Juni 2021 Bupati Banyuwangi dengan sadar membubuhkan tanda tangan bersama tokoh lain yang hadir dalam acara tu sesuai berita acara tanggal 16 Juli 2019, Nomor : BA 44/BADH/VII/2019 yang ditanda tangani oleh Wakil Bupati Banyuwangi dengan Wakil Bupati Bondowoso,  dan dituangkan dalam berita acara No : BA 35/BADII/VI/2021 tanggal 3 Juni 2021.

“Dengan hasil poin kesepakatan Pemkab Banyuwangi-Bondowoso lain sisi tepi bibir Kawah Ijen barat masuk kabupaten Bondowoso. Sedangkan sisi timurnya masuk wilayah Banyuwangi,” jelas  Aris.


(JTN)

Total dibaca: 58x | Berikan Komentar!


Oleh: Ayuk Kamila
No Internet No Life

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
Topik Populer

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Database Custom!

Pembuatan Website!

BERITA MENARIK

Cari Tahu, Sederet Drama Korea Tayang Agustus 2021, Begini Sinopsis Lengkapnya