Jago Lagu

Bagaimana Bisa? Wisatawan Tenggelam di Pantai Niyama, Pengelola Datangi Rumah Duka

Bagaimana Bisa? Wisatawan Tenggelam di Pantai Niyama, Pengelola Datangi Rumah Duka

Bagaimana Bisa? Wisatawan Tenggelam di Pantai Niyama, Pengelola Datangi Rumah Duka (Radartulungagung)

KabarTulungagung.my.id - Pengelola Pantai Niyama yaitu PT Cirata Karya Lestari (PT Cikal) menanggapi peristiwa tewasnya tiga wisatawan asal Trenggalek di tempat wisatanya. Pihak perusahaan membeberkan jika para korban datang di luar jam operasional dan wisata itu administrasinya telah lengkap.

“Dari keterangan petugas pantai, para korban datang di luar jam operasional. Yaitu pada pukul 08.30 WIB, padahal loket tiket buka pukul 09.00 WIB. Bahkan kabarnya lagi, mereka awalnya tidak masuk dari pintu utama wisata,” ujar pengelola Pantai Niyama, Denny Indra.

Lebih rinci, Denny menceritakan, jika para korban awalnya ke Pantai Sidem akan tetapi oleh petugas pantai dilarang berenang hingga akhirnya bergeser ke Pantai Niyama. Namun, mereka tidak melewati pintu utama yang melewati gerbang depan.


Setelah itu, mereka ketahuan oleh petugas pantai. Hingga akhirnya motor korban diarahkan untuk diparkirkan di luar area wisata Pantai Niyama. Namun, petugas pantai tidak tahu bila mereka tidak membayar tiket sehingga pihaknya tidak mengetahui bagaimana para korban masuk wisata tersebut.

Dia mengungkapkan jika yang menolong korban pertama dan mengabarkan saat ada peristiwa tenggelam itu penjaga pantai. Penjaga pantai di Niyama berjumlah dua orang yang memang biasanya merangkap sebagai petugas parkir. Bahkan petugas pantai telah memperingatkan kepada semua korban untuk tidak berenang, akan tetapi tidak ditanggapi dengan baik.

Selain itu, Pantai Niyama ternyata hanya buka ketika weekend atau tanggal merah. Pada hari biasa, area wisata tutup dan tidak ada petugas yang menjaganya. “Kami dari pihak pengelola telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dengan baik dan administrasi sudah beres. Papan imbauan larangan berenang telah lama kami pasang. Dengan adanya peristiwa ini, kami berencana menambah,” terangnya ketika ditemui kemarin (4/2).

Sebagai pengelola Pantai Niyama, kata dia, telah mengunjungi rumah para korban yang beralamat di Desa Gador, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, pada Jumat (4/2). Dia mengucapkan belasungkawa terhadap keluarga korban atas peritiwa yang menimpanya. Peristiwa tersebut akan menjadi evaluasi dan pelajaran untuk pengelola dan wisatawan, agar ke depannya dapat berhati-hati dalam berwisata.

Dia menambahkan, atas terjadinya musibah di Pantai Niyama ini, pihak pengelola menutup wisata hingga tujuh hari ke depan. Sementara, Pantai Niyama ditutup bagi wisatawan atau pedagang.(jar/c1/din)


Hits: 56x


BERITA MENARIK

Paling Baru, Gus Ipin dan Yayasan Guru Belajar Diskusikan Learning Loss di Kabupaten Trenggalek