Jago Lagu
Jago Lagu
  • Sabtu, 27 Feb 2021
  •  

Cari Tahu, Dua Sahabat Pekerja Serabutan di Tulungagung Ditangkap Polisi karena Jualan Pil Koplo

Cari Tahu, Dua Sahabat Pekerja Serabutan di Tulungagung Ditangkap Polisi karena Jualan Pil Koplo

Cari Tahu, Dua Sahabat Pekerja Serabutan di Tulungagung Ditangkap Polisi karena Jualan Pil Koplo (Jatimtimes)

Dua orang pekerja serabutan ditangkap polisi karena terlibat peredaran obat terlarang jenis pil koplo. Kedua pelaku SGH alias Gentong (33), dan YDS alias Kipli (25) merupakan dua sahabat asal Desa/Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.  Dari kedua tangan tersangka yang ditangkap polisi pada Sabtu (20/02/2021) ini diamankan 354 butir pil koplo. “Tertangkapnya dua pengedar dobel L ini karena ada informasi dari masyarakat yang diterima petugas,"kata Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto melalui Kasubag Humas, Iptu Tri Sakti, Senin (22/02/2021).

Pasutri Gadaikan 19 Mobil Rental, Istri Ditangkap Polisi, Suami Melarikan Diri


Informasi yang dimaksud Tri Sakti, petugas menerima petunjuk jika di Lingkungan 6 dan 9 masuk Desa Ngunut sering dijadikan transaksi narkoba. Kemudian, petugas menjalani penyamaran untuk menjalani rangkaian penyelidikan. "Setelah ditelusuri, ternyata ada petunjuk yang mengarah pada dua target atau sasaran ini," ujarnya. Saat petugas beraksi, ternyata benar dirumah salah satu tersangka bernama Gentong ini ditemukan adanya transaksi. "Meski sempat mengelak, satu orang ini akhirnya berhasil kita amankan," ungkap Tri Sakti. Saat petugas menjalani penggeledahan, ditemukan barang bukti pil dobel L yang disembunyikan di angin-angin dapur rumahnya. "Setelah di introgasi, pengakuan dari satu orang ini kita kembangkan dan satu orang lagi berhasil diamankan," jelasnya. Satu orang yang dimaksud adalah Kipli yang saat itu hendak kerumah Gentong untuk mengambil uang hasil penjualan pil koplo ini. Dari pengakuannya, dua orang ini baru menjalani kegiatan mengedarkan pil Koplo mulai bulan Desember 2020. Barang haram ini didapatkan Gentong dari Kipli seharga Rp 170 ribu setiap 100 butir. Selanjutnya, pil dijual seharga Rp 10 ribu tiap 4 butir. “Dua bulan ini diakui ada 5 kali transaksi dan setiap transaksi jumlah yang dibeli sebanyak 200 butir pil,” terangnya.


Sistem Scoring Pilkades Dikeluhkan, Warga Wadul Komisi A DPRD Bangkalan

Kipli sendiri mengaku memperoleh pil koplo  MB yang merupakan warga Kecamatan Ngunut dengan harga 150 ribu rupiah tiap 100 butirnya. Atas perbuatan yang dilakukan, dua sahabat yang berprofesi sebagai buruh serabutan itu terancam dijerat dengan pasal 197, pasal 196, pasal 98 ayat 2 UURI Nomor 36 Tahun 2009 pasal 55 KUH Pidana tentang Kesehatan.  


(JTN)


Total dibaca: 20x | Berikan Komentar!


Bambang Pamungkas
Penulis : Bambang Pamungkas
Tech Enthusiast

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (2)
Nurul Cahyaning
23 Feb 2021, 06:05 WIB

wah, saya baru tahu terimakasih

Bram Dika Admaja
23 Feb 2021, 06:05 WIB

anjirrr kaget dah!

Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
Topik Populer


Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA MENARIK

Terbaru, Pendaftaran Jalur SNMPTN Tinggal 3 Hari, Khofifah Optimis Angka Kelolosan Siswa Jatim Tinggi