Jago Lagu

Parah! Terlalu Lama Tutup, RTH Kanigoro Sepi

Parah! Terlalu Lama Tutup, RTH Kanigoro Sepi

Parah! Terlalu Lama Tutup, RTH Kanigoro Sepi (Radartulungagung)

KabarTulungagung.my.id - KABUPATEN BLITAR – Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) Kanigoro belum bisa menjadi sarana pengungkit ekonomi. Indikasinya, sejumlah kios yang ada di ruang publik ini belum dimanfaatkan. Diduga, hal ini karena lokasi tersebut belum menjanjikan pasar yang baik bagi para pelaku ekonomi alias pedagang.

“Kondisi RTH saat ini masih sepi pengunjung. Mungkin efek pandemi Covid-19 belum hilang sepenuhnya,” ujar seorang pedagang, Atik Farikhah, kemarin (31/1).

Dia mengungkapkan, RTH Kanigoro belum lama dibuka untuk publik. Alasannya tidak lain untuk mencegah penyebaran Covid-19. Maklum saja, keberadaan fasilitas ini bisa menjadi pemicu kerumunan sehingga memicu penyerabaran virus.


Pantauan Koran ini, suasana di lokasi ini cukup sepi. Informasinya, beberapa kios hanya digunakan saat akhir pekan. Alasannya, jumlah pengunjung lebih banyak saat hari libur. Biasanya tempat ini juga digunakan untuk event komunitas hingga sekolah.

Pada hari-hari tertentu, lokasi ini dipilih menjadi tempat berkumpulnya komunitas. Namun, itu tidak selalu menjadi kabar baik bagi pedang. Sebab, tak jarang mereka sudah membawa bekal dari rumah.

Atik mengungkapkan, ukuran di lokasi ini berbeda-beda. Hal ini kadang juga memicu keluahan. Sebab, fasilitas tersebut tak cukup luas untuk mendisplai barang dagangan. “Kios di sebelah lebih luas, padahal kios itu sekarang sudah jarang dipakai,” akunya.

Untuk sementara, para pedagang memanfaatkan fasilitas ini secara cuma-cuma. Rencananya, jika sudah berjalan lancar, pihak terkait akan memberlakukan sistem sewa. “Saya memanfaatkan kios ini sebelum sistem sewa berlaku,” kata perempuan 38 tahun.

Subkoordinator Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar, Masna Karimah mengaku, saat ini penggunaan kios belum dikenakan retribusi. Rencananya, kios akan dikenakan biaya sewa ketika kondisi sudah aktif dan normal. “Nantinya kios dikenakan biaya sewa sekitar Rp 90 ribu per meter tiap bulan,” paparnya.

Dia menyebutkan, kios di RTH berisi produk UMKM se-Kabupaten Blitar. Selain bertujuan untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat, juga untuk memperkenalkan produk unggulan di Kabupaten Blitar. “Hanya satu kios yang disiapkan untuk kuliner,” terangnya.

Masna menjelaskan, para pedagang kaki lima (PKL) tidak diperbolehkan masuk ke RTH. Dikhawartirkan hal ini bisa memicu suasana kumuh. Padahal, RTH bertujuan sebagai tempat yang nyaman untuk refreshing maupun kunjungan. “Sehingga kami menyediakan kios untuk para pengunjung menikmati momen di RTH,” tandasnya. (mg1/c1/hai)


Hits: 996x


BERITA MENARIK

Cari Tahu, Konsistensi Candra Mey Hingga Raih Kesuksesan Di Dunia Bisnis Aksesori