Jago Lagu

Waduh! Naik Dua Kali Lipat Lebih, Dana Bakesbangpol Lumer

Waduh! Naik Dua Kali Lipat Lebih, Dana Bakesbangpol Lumer

Waduh! Naik Dua Kali Lipat Lebih, Dana Bakesbangpol Lumer (Radartulungagung)

Memasuki tahun politik, pemangku kebijakan di Tulungagung merencanakan kenaikan dana bantuan partai politik (banpol) sampai dua kali lipat lebih. Apabila disetujui Gubernur Jawa Timur (Jatim), banpol bakal menyerot APBD Tulungagung sampai Rp 4,3 miliar (M).

Padahal, pada tahun 2022 lalu, dana banpol di Tulungagung berada di angka Rp 1,8 M dengan hitungan Rp 3.000 untuk setiap suara sah yang diperoleh parpol di Tulungagung saat Pemilu 2019. Dalam rencana tersebut, setiap suara sah akan dilabeli harga Rp 7.000 atau meningkat Rp 4.000 dibanding tahun sebelumnya. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tulungagung, Bambang Triono, mengamini dana banpol di kabupaten ini secara konsisten terus merangkak naik seiring berjalannya tahun. Kenaikan dana banpol ini dianggap sesuatu yang lumrah seiring memperhatikan kekuatan APBD yang dimiliki Tulungagung. Di sisi lain, adanya sebuah surat dari Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri juga menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menaikkan dana banpol. “Kemampuan setiap daerah dalam memberikan dana banpol memang berbeda-beda. Ada yang jumlahnya jauh di atas, tapi ada yang di bawah kita (Tulungagung, Red). Sudah lumayan apabila memang kenaikan ini disetujui gubernur,” jelas Bambang, sapaan akrab pria tersebut.

Dia membeberkan, rencana tersebut merupakan inisiatif dari pemerintah kabupaten (pemkab) baik dari eksekutif maupun legislatif. Itu didapatkan dari hearing yang telah dilakukan sebelumnya bersama pimpinan, jajaran ketua komisi, sampai jajaran ketua fraksi DPRD Tulungagung. Setelah mendapat persetujuan Bupati Tulungagung, rencana tersebut diajukan kepada Gubernur Jatim untuk persetujuan kenaikan dana banpol. “Karena ini ada proses kenaikan, jadi kita harus menunggu persetujuan dari Gubernur Jatim terlebih dahulu untuk realisasi pencairan dana banpol,” katanya.

Dia mengaku, kini pemkab sedang menunggu surat persetujuan dari Gubernur Jatim turun. Kalaupun persetujuan itu turun pada pertengahan tahun sementara sebagian parpol sudah melakukan kegiatan di awal tahun, maka sesuai aturan bisa saja kegiatan tersebut dibuat surat pertanggungjawabannya. Ketika nanti persetujuan gubernur sudah turun, maka langsung bisa direalisasikan semampang laporan hasil pemeriksaan (LHP) oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) juga sudah dilakukan.

Setidaknya akan ada 11 parpol yang kecipratan dana segar tersebut. Syaratnya tidak lain adalah parpol berhasil meloloskan kadernya untuk duduk di kursi DPRD Tulungagung pada Pemilu 2019 silam. Diketahui, total 614.484 suara sah didapatkan 11 parpol tersebut saat pemilihan legislatif (Pileg) 2019. Meskipun pihaknya belum menghitung jumlah bagi setiap parpol, tetapi diyakini dari 11 parpol tersebut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mendapatkan jatah terbanyak. Karena pada Pemilu 2019 lalu, PDIP menjadi pemuncak klasemen pileg di Tulungagung. Di sisi lain, parpol yang akan mendapatkan dana banpol paling ramping adalah Partai Bulan Bintang (PBB). Bambang menekankan bahwa dana tersebut digunakan untuk pendidikan politik bagi pengurus dan seluruh kader di masing-masing parpol. “Pendidikan politik itu kan macam-macam. Salah satunya adalah untuk mendidik pemilih pemula dalam keikutsertaan pada Pemilu 2024 mendatang, apalagi saat ini kan mendekati tahun politik,” ungkapnya. (nul/c1/din)


Hits: 723x

Hosting Unlimited Indonesia


BERITA MENARIK

Parah! Lempar Handuk, Pemungutan Suara Belum Selesai Partai Nasdem Tulungagung Tarik Jagonya Pulang